FLASH: Inovasi 'Matematika Berbudaya' Antarkan Arum Dwi Rahmawati Lulus Doktoral dengan Pujian

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali melahirkan seorang pakar di bidang pendidikan. Pada Rabu, 25 Februari 2026, telah dilaksanakan Sidang Terbuka Promosi Doktor atas nama Arum Dwi Rahmawati, S.Pd., M.Pd. Acara yang berlangsung khidmat ini menandai pencapaian akademik tertinggi bagi dosen asal STKIP Modern Ngawi tersebut.

Sidang promosi ini dipimpin oleh Ketua Dewan Penguji, Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si., dengan menghadirkan tim penguji yang kompeten di bidangnya. Arum Dwi Rahmawati berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul "Model Flip Learning Etno-STEM untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi, Komunikasi, dan Resiliensi Matematis Siswa SMP". Penelitian ini lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya daya juang dan kemampuan literasi matematika siswa di sekolah menengah. Dalam paparannya, Arum menjelaskan bahwa model pembelajaran "FLASH" (Flip Learning Etno-STEM) yang dikembangkannya merupakan integrasi inovatif antara pembelajaran terbalik, pendekatan budaya lokal (etnomatematika), dan integrasi sains, teknologi, serta teknik. Model ini bertujuan agar siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi mampu membangun pengetahuan melalui konteks budaya yang mereka kenal sehari-hari.

Promovenda menekankan bahwa variabel resiliensi atau daya juang matematis menjadi salah satu fokus utama dalam penelitiannya. Dengan mengaitkan materi matematika pada objek budaya lokal, seperti Benteng Pendem dan kerajinan anyaman di Ngawi, siswa merasa lebih tertarik dan tidak mudah menyerah saat menghadapi persoalan matematika yang kompleks. Hal ini terbukti efektif dalam meningkatkan antusiasme belajar siswa selama uji coba penelitian.  Tim penguji, termasuk penguji eksternal Prof. Dr. Mardiyana, M.Si. dari Universitas Sebelas Maret (UNS), memberikan apresiasi sekaligus pertanyaan kritis mengenai implementasi model ini di wilayah lain. Arum dengan meyakinkan menjawab bahwa meski berbasis budaya Ngawi, sintaks model FLASH tetap adaptif dan dapat diterapkan di daerah lain dengan menyesuaikan konteks budaya lokal masing-masing tanpa mengubah esensi pembelajarannya.

Setelah melalui sesi tanya jawab yang mendalam, Ketua Dewan Penguji mengumumkan hasil sidang yang membanggakan. Arum Dwi Rahmawati dinyatakan lulus dengan nilai ujian 89,37 (A) dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,79. Atas capaian tersebut, ia berhak menyandang gelar Doktor Kependidikan dengan predikat Dengan Pujian atau Cum Laude. Pencapaian ini terasa semakin istimewa karena Arum mampu menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu yang relatif cepat, yakni 4 tahun 1 bulan. Selain itu, pihak FMIPA UNY memberikan apresiasi tambahan dengan mengangkat Arum sebagai Duta atau Brand Ambassador fakultas yang ke-15. Tugas ini diberikan agar ia terus berperan aktif dalam mengembangkan keilmuan serta menjaga reputasi almamater di tingkat nasional maupun internasional.

Perwakilan dari STKIP Modern Ngawi, Bapak Armi Alislami Ali Putro, M.Pd., menyampaikan rasa bangganya atas keberhasilan salah satu dosen terbaiknya. Ia berharap ilmu yang diperoleh Dr. Arum dapat segera didedikasikan untuk kemajuan institusi dan masyarakat Ngawi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan antara perguruan tinggi daerah dengan universitas besar seperti UNY dalam mencetak sumber daya manusia unggul.  Dalam sambutan harunya setelah pengukuhan gelar, Dr. Arum Dwi Rahmawati menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada suami, anak-anak, serta kedua orang tuanya. Ia mengungkapkan bahwa perannya sebagai istri, ibu, sekaligus akademisi bukanlah hal yang mudah untuk diseimbangkan. Namun, ia berharap gelar doktor yang diraihnya dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya mengenai arti kerja keras dan ketekunan.  Sidang terbuka ditutup dengan sesi foto bersama dan ucapan selamat dari para kolega serta tamu undangan. Dengan lahirnya doktor baru di bidang pendidikan matematika ini, diharapkan inovasi pembelajaran seperti model FLASH dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya dalam membuat matematika menjadi mata pelajaran yang lebih humanis dan kontekstual bagi generasi muda.