Bahasa Indonesia
English
You are here
Pendampingan Guru MGMP Matematika SMP Bantul dalam Merancang Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Etnomatematika
Primary tabs

.Yogyakarta – Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran matematika di sekolah. Kegiatan bertajuk Pendampingan Guru dalam Merancang Pembelajaran Matematika Berbasis Masalah Berorientasi Etnomatematika ini berlangsung pada Kamis, 7 Agustus 2025 di Ruang Sidang 3 FMIPA UNY. Peserta kegiatan adalah guru-guru matematika yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMP Bantul.
Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini, Prof. Dr. Marsigit, M.A., Dr. Muhammad Irfan, S.Si., M.Pd., serta Heru Sukoco, M.Pd.. Ketiganya memberikan paparan dan pendampingan intensif bagi para guru peserta mengenai bagaimana merancang pembelajaran matematika yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep, tetapi juga relevan dengan konteks budaya lokal melalui pendekatan etnomatematika.
Dalam paparannya, Prof. Dr. Marsigit, M.A. menekankan bahwa etnomatematika merupakan salah satu jembatan penting untuk menghubungkan dunia nyata siswa dengan abstraksi matematika. Menurutnya, pembelajaran matematika yang kontekstual, berbasis masalah, dan berakar pada budaya mampu mendorong siswa lebih aktif berpikir, menemukan pola, serta mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. “Matematika di sekolah perlu dipahami bukan sekadar kumpulan rumus, melainkan aktivitas untuk mencari pola, memecahkan masalah, melakukan investigasi, sekaligus sarana komunikasi. Etnomatematika memberi ruang bagi guru untuk menghadirkan hal itu,” jelasnya.
Sementara itu, Dr. Muhammad Irfan, S.Si., M.Pd. memberikan gambaran praktis tentang bagaimana guru dapat mengintegrasikan etnomatematika dalam desain Problem-Based Learning (PBL). Ia menekankan pentingnya penyusunan perangkat pembelajaran, mulai dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), hingga instrumen asesmen yang relevan dengan konteks budaya. “Dengan mengaitkan masalah matematika pada kearifan lokal, guru tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menanamkan nilai dan identitas budaya bangsa kepada siswa,” ujarnya.
Kemudian, Heru Sukoco, M.Pd. memandu para guru untuk mempraktikkan langsung bagaimana menyusun rancangan pembelajaran matematika berbasis masalah yang mengangkat contoh-contoh budaya Bantul. Para guru didorong untuk menyusun skenario pembelajaran yang variatif, kreatif, dan menumbuhkan daya kritis siswa.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan presentasi rancangan pembelajaran dari peserta. Banyak guru yang mengaku mendapatkan wawasan baru terkait bagaimana mengaitkan objek budaya, seperti batik, bangunan tradisional, maupun aktivitas masyarakat, sebagai konteks dalam pembelajaran matematika. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara UNY dan MGMP SMP Bantul dalam upaya menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih inovatif dan bermakna.
Pada akhir kegiatan, disepakati komitmen bersama untuk terus melanjutkan kolaborasi pengembangan pembelajaran berbasis etnomatematika. Hal ini menjadi wujud nyata kontribusi UNY dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan sekaligus pelestarian budaya lokal melalui jalur pendidikan matematika.
Kontak Kami
PROGRAM STUDI S3 PENDIDIKAN MATEMATIKA
Gedung Akadaemik Lantai 3, Ruang Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta
Jl. Colombo No.1, Yogyakarta 55281
Telp. +62274-550836 (front office)
Fax. +62274-520326
Website : http://s3pmat.fmipa.uny.ac.id
Email: s3pmat@uny.ac.id
Copyright © 2025,